Thomas Meghan Evaluasi Modul EQWIP HUBs dalam Visitasi EDC
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
EQWIP HUBs Canada bekerjasama dengan Kepala Bagian Urusan Kerjasama Universitas 17 Agustus 1945 (BUK UNTAG) Surabaya dalam Evaluasi Modul pada (8/9) di Ruang Auditorium Gedung A lt. 3. Kepala BUK UNTAG Surabaya-Wiwin Widiasih, ST., MT. mengatakan bahwa evaluasi ini tujuan dari visitasi Megan-Koordinator Pengembangan Modul dan dilakukan secara bertahap, dan dilanjutkan secara virtual. “Selama ini ada 3 modul EQWIP HUBs yang digunakan untuk pengembangan soft skill generasi muda, yaitu: foundational, entrepreneur, dan employement,” imbuhnya. Modul yang dievaluasi tersebut dibuat oleh Education Development Center (EDC) Amerika dan sudah diterapkan di 6 negara, yaitu Indonesia, Bolivia, Ghana, Peru, Senegal, dan Tanzania. “Di Indonesia hanya ada 2 universitas yaitu UNTAG Surabaya dan Universitas PGRI Semarang,” kata Wiwin.
Tampil sebagai Evaluator dalam visitasi, Thomas Meghan yang berasal dari NGO internasional di Amerika Serikat. Tujuan visitasi ini adalah untuk mengetahui pengalaman para trainer/fasilitator selama mengajarkan modul tersebut di UNTAG Surabaya. Pada kesempatan yang sama Meghan memberikan pertanyaan tentang seberapa lama para trainer/fasilitator mengajarkan modul tersebut, tantangan dalam pengajaran, kelebihan dan kekurangan modul tersebut, serta implementasi di UNTAG Surabaya. “EDC terletak di Washington DC, Amerika Serikat. Visi kami adalah Learning Transforms Life karena kami percaya bahwa belajar bisa mengubah hidup manusia. Dan saya mengapresiasi anda semua yang berpartisipasi dalam hal ini,” tuturnya.
Beberapa waktu lalu Meghan melakukan visitasi pada saat kelas foundational yang menurutnya telah berjalan dengan baik. Meski demikian, Wiwin mengaku bahwa memang ada beberapa yang disesuaikan, salah satunya adalah waktu. “Misalnya 1 modul seharusnya diajarkan selama 60 jam, maka kami tidak bisa sebegitu totalnya. Karena terhalang sistem kredit semester,” katanya. Hasil dari rangkaian kegiatan evaluasi di 6 negara ini akan diimplementasikan pada modul baru untuk tahun ini dan tahun depan. Output dari modul tersebut adalah, mahasiswa setelah lulus kuliah akan membuat proposal rencana bisnis kemudian diseleksi. Bagi yang lolos seleksi akan didanai rencana bisnisnya oleh EQWIP HUBs. (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar