UNTAG Surabaya Gelar Pemilu Raya 2019

 

Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby
 
UNTAG Surabaya rayakan pesta demokrasi dengan menggelar Pemilu Umum Raya (Pemilu Raya) Mahasiswa 2019, Rabu (16/1). Pemilu Raya kali ini berkesempatan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) 2019 serta memilih Ketua Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM) 2019 tingkat Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.

Seperti yang telah disosialisasikan sebelumnya, Pemilu Raya UNTAG Surabaya kali ini memilih satu diantara 2 pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM. Mereka adalah Agus S-M. Dimasqi A dan Albert Agung-Riyan Adi. Untuk calon Ketua DPM, yakni M. Iqbal S.J dan Mosleh. Lokasi TPS sendiri hanya terdapat di dua titik: TPS yang ditempatkan di Joglo untuk mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Sastra, sedangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik menyoblos di TPS Plasa Proklamator, Graha Wiyata.

Pemilu raya kali ini memang sedikit berbeda dari tahun lalu. Dua kali berturut-turut, Pemilu Raya Mahasiswa UNTAG Surabaya dilakukan secara e-voting, namun kali menggunakan surat suara. “Untuk pemilu kali ini memang tidak menggunakan ­e-voting karena ada beberapa kendala,” ujar Febriani Novianti, selaku Ketua Panitia Pemilihan Umum (PPU) UNTAG Surabaya periode 2019.

Namun, untuk teknis yang lain tetap tidak ada perubahan. “Untuk menyoblos, mahasiswa cukup menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), kalau tidak bawa bisa menggunakan SIM atau KTP, atau bisa juga lewat Sistem Akademik (Siakad). Nanti dari kartu identitas yang ditunjukkan, mahasiswa pemilih akan dicocokkan dengan data mahasiswa yang telah direkap oleh tim PPU. Selanjutnya mendapatkan surat suara yang akan ia coblos dalam bilik suara dan setelah itu wahib ditandai jemarinya dengan tinta oleh petugas PPU,” terang mahasiswi Fakultas Psikologi tersebut. Pemilu Raya sendiri berlangsung mulai pukul 10.00 dan ditutup serentak pada pukul 20.00.

Sebelum akhirnya dipilih melalui Pemilu Raya, calon Presiden dan Wakil Presiden BEM terlebih dahulu melewati proses penyeleksian. “Awalnya ada 6 kandidat. Kesemuanya lebih dulu harus mengikuti proses seleksi. Mulai dari tes psikotes, tes bahasa, tes narkoba dan juga kesehatan. Setelah itu dapat 2 kandidat yang kemudian melakukan debat serta penyampaian visi misi Senin kemarin,” tutur Febri.

Sementara itu, Reggy Marrolas Tegarmukti, salah satu mahasiswa UNTAG Surabaya berharap siapapun Presiden BEM atau ketua DPM yang terpilih, mampu mengharumkan nama UNTAG Surabaya. “Semoga kedepan juga mampu membuat program kerja yang memberikan dampak positif untuk mahasiswa UNTAG Surabaya,” harapnya. (ua/aep)

 

www.untag-sby.ac.id 

 

Komentar